Jangan Sampai Isu Lisensi React Mempengaruhi Produktifitasmu!

Baru-baru ini Isu tak sedap tentang Lisensi React muncul kembali ke permukaan dan booming dalam sekejap. Hal itu dikarenakan beberapa artikel berikut:

Beberapa minggu yang lalu, Apache Software Foundation (ASF) membuat keputusan untuk mencantumkan lisensi BSD + Patents sebagai lisensi Kategori-X yang tentunya berperan besar mempengaruhi pengguna Open Source Facebook. React adalah salah satu Library Facebook yang sedang populer, dan banyak user yang mengusulkan untuk melakukan re-licensing React.

Selain artikel dan pernyataan tersebut, tentu saja peran pengguna React maupun Social Media Status sangat berpengaruh menyebarkan isu tersebut.

Dalam Lisensi Facebook disebutkan bahwa “Anda akan kehilangan lisensi paten dari Facebook jika Anda menuntut Faceb0ok atas pelanggaran paten”. Disebutkan pula bahwa “Anda akan kehilangan lisensi paten dari Facebook jika Anda menuntut Facebook”. (Saya bukan lawyer, dan mungkin pemahaman saya tentang ini agak cetek, Mohon koreksinya 🙏🏻).

I Still Love REACT!!

Yaa.. Saya masih sangat menyukai React karena dengan React, saya bisa sangat PRODUKTIF! Dengan React, banyak sekali Component yang bisa digunakan ulang sehingga kita dapat dengan cepat membangun Aplikasi.

Selain itu, terdapat React Native untuk mobile application baik iOS maupun Android yang tentu saja jauh lebih mudah daripada menggunakan Native iOS maupun Android. Untuk alasan saya menggunakan React Native, bisa dilihat di artikel saya sebelumnya https://medium.com/@radiegtya/mengapa-react-native-solusi-tepat-untuk-membuat-aplikasi-mobile-e43c30d824c.

Klarifikasi Lisensi

Sebenarnya Facebook sudah melakukan beberapa klarifikasi mengenai lisensinya. Salah satunya adalah pada artikel berikut https://code.facebook.com/posts/112130496157735/explaining-react-s-license/?hc_location=ufi.

Di situ dijelaskan

“Akan mudah bagi kita untuk berhenti berkontribusi pada open source, atau melakukan apa yang dilakukan beberapa perusahaan besar lainnya dan hanya merilis perangkat lunak yang tidak digunakan dalam produk kita yang paling sukses, namun kami memutuskan untuk melakukan pendekatan yang berbeda. Kami memutuskan untuk menambahkan hak paten yang jelas saat kami melepaskan perangkat lunak dengan lisensi BSD 3-klausa, menciptakan apa yang kemudian dikenal sebagai lisensi BSD + Paten. Pemberian paten mengatakan bahwa jika Anda menggunakan perangkat lunak yang telah kami rilis di bawahnya, Anda kehilangan lisensi paten dari kami jika Anda menuntut kami atas pelanggaran paten. Kami percaya bahwa jika lisensi ini diadopsi secara luas, sebenarnya dapat mengurangi litigasi tanpa syarat untuk semua pengadopsi, dan kami ingin bekerja sama dengan orang lain untuk mengeksplorasi kemungkinan ini.”

Jadi dapat disimpulkan bahwa lisensi ini tidak bertujuan buruk kepada Pengguna React, tapi Facebook hanya ingin mengamankan software open source dan perusahaannya di sisi hukum.

Menurut Saya hal tersebut sangat normal, beberapa perusahaan sebenarnya juga mengadopsi cara ini. Ex: Apache, tetapi dengan sedikit perbedaan pandangan defensive;

Gambar 1. Apache License tidak beda jauh dengan React License

Untuk Lebih jelasnya tentang License Apache tersebut bisa dilihat di sini http://www.apache.org/licenses/LICENSE-2.0#patent

So?? Why so afraid using React Guys?? Salah satu jawaban keren menurut saya adalah versi BAPAK ini pada diskusi https://github.com/facebook/react/issues/7293.

Gambar 2. Make Sense Reason

Pada gambar 2, Disebutkan bahwa “So? Apa masalahnya? Setiap orang bisa mencuri ide Anda dan setiap orang bisa menuntutmu tidak peduli framework/library apa yang kamu gunakan”. Hmmm.. Alasan yang make sense.

Beberapa Perusahaan Bahkan Mengembangkan dan Menggunakan React. Angin Segar isn’t it???

Salah satu perusahaan yang sedang mengembangkan dan menggunakan React terutama React Native adalah Microsoft.

Gambar 3. Windows Actively using React

Bisa kita lihat bahwa Microsoft baru saja merilis (dan masih aktif mengerjakan) React Native untuk Windows. Bahkan mereka membuat Versi terbaru SKYPE menggunakan React Native yang bisa teman-teman lihat artikelnya di sini https://mspoweruser.com/skype-is-testing-a-new-android-app-with-a-new-design-reaction-feature-and-bing-integration/.

Gambar 4. SKYPE LOVE REACT NATIVE

Tentu saja tidak hanya Microsoft, Google dan Apple pun masih menggunakan React pada beberapa produknya dan tidak mempermasalahkan itu!

Gambar 5. Perusahaan Lain masih Menggunakan React

Kesimpulan

Cieee… Kesimpulan, kayak skripsi aja..

Kayaknya masih kurang afdol tanpa pendapat pribadi dari author. Berikut pendapat saya.

“Saya mah ga ambil pusing, pake2 aja… Kalaupun nantinya ada masalah sama FB tinggal ganti di saat yg diperlukan.. Don’t take it too serious, just be productive with React for now.” (Ega Radiegtya)

Intinya, kita butuh dapur kita ngebul and keep productive. Saya yakin kedepannya, React tetap akan menjadi salah satu library javascript paling populer dan tentunya banyak perusahaan yang membutuhkan React Developer. Atau jika teman-teman punya Startup sendiri, I think React is worth to try and adopted.

After all mohon koreksi saya bila ada kesalahan dalam artikel ini. 🙏🏻

Jika temen-temen mau belajar React, terutama React Native, saya punya video tutorialnya lho.. Grab it fast pumpung lagi diskon 25%!! Kesempatan tidak datang 2x. hehe. Kunjungi link berikut untuk lebih jelasnya https://dumbwaystolearn.com/p/cara-mudah-belajar-react-native-dan-redux

Jika agan gak punya CC untuk pembayaran, silakan kontak saya saja langsung di +6285641278479 (WA/Telegram)

Gambar 6. Video Tutorial RN dan Redux Promo

SALAM SUKSES,

EGA RADIEGTYA